-|| Kisah ±90Hari ||-

Teratas

Tampilkan postingan dengan label Felix Siauw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Felix Siauw. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Sejati Cinta Masakini

Play/Download "bebas"
Sejati Cinta - Ustd Felix Siauw (Cover Backsoud Kiss The Rain)mp3



Simak baik-baik
Menyampaikan ini ga harus menunggu jadi baik dulukan


Cinta itu memikirkan yg dicintai,
bukan hanya kemarin dan kini tapi nanti,
Mari kita berbicara tentang masa depan agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan,
Ada hal yang jelas harus dipersiapkan,
Mana yg boleh dilakukan, dan
Mana yang harus dihindarkan,

Bila engkau lelaki kau harus tau melangkah,
Bila engkau perempuan harus tau bertingkah

Kita bicara masa depan karna ia tidak semudah,
diPikirkan pemuda² yang lalai, juga tidak
Sesulit yg diceritakan perempuan² yang bercerai

Setiap muslimah tentu saja memnginginkan lelaki,
  • Bertanggung jawab,
  • Menghargai kelebihan kebaikanya, dan
  • Memaafkan keAlfaan kekuranganya,

Muslimah mama yang tidak ingin lelaki
  • Berbudi Pekerti,
  • Baik Hati,
  • Tinggi Iman,
  • Lurus Amal,

Muslimah selalu menanti lelaki
  • Elok Akhlak,
  • Padan Rasa,
  • Memiliki kelembutan kasih sayang keluarga nantinya

Muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki,
  • Mampu mengawalnya jauh dari Neraka-Nya
  • Membimbing menuju Surga-Nya,

Lalu...

Lelaki mana yang tidak suka wanita
  • Cerdik cendikia,
  • Berparas menawan,
  • Lisan seanggun geraknya,

Lelaki yang baik pasti menyukai wanita,
  • Lemah lembut lagi santun,
  • Pintar membahagiakan dengan perhatiannya,
  • Tidak tamak harta, dan
  • Selalu menjaga kehormatanya

Lelaki mana yang tidak memimpikan wanita
  • Mendukung dalam kebaikan, dan mengeluarkan kebaikan,
  • Dirindukan bila ditinggal, dan
  • Menyenangkan bila berjumpa,

Sialnya...

Kita hidup diZaman Kapitalisme
Menggerakan lelaki dan wanita masa kini lebih memperhatikan
Fisik bukan Isi, dan
Badan bukan Iman

maka Hedonisme...
anak kandung Kapitalisme.
Sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai batas kulit,
Wajar bila kita banyak melihat dimana-mana lelaki jadi,
Miskin Tanggung Jawab, dan 
Fakir Komitmen.
Bila lelaki yang tidak lulus ujian
(Tanggung Jawab dan Komitmen)
Merekalah yang masuk dalam jurus pacaran.

Cinta disempitkan dalam arti pacaran, terbatas pada rayuan palsu dan bergadengan tangan. Padahal pendamping yang saleh tidak pernah didapatkan dalam proses pacaran. Karna "Kesalehan" dan "Kebatilan" jelas bertentangan.

Hak dan Batil
Tidak akan pernah ketemu bagaikan fatamorgana yg dijanjikan kemuliaan

Bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang oleh Allah, memaksa dengan berbagai alasan agar engkau berbagai dosa dengan dia.

melawan Allah..
Lalu yang seperti ini, bisa jadi pemandu setelah menikah

Sebelum Halal saja, dia sudah berani katakan "sayang" kepadamu, jangan heran bila setelah menikah dia berani katakan itu pada wanita lain.
Jika sebelum Akhad saja dia berani melabuhkan tangannya pada tubuhmu,  jangan heran setelah menikah dia mampu melakukan kepada wanita lain.
Toh sama² dosa pada Allah
Yang tiada takut dosa saat sebelum menikah, tentunya jangan harap ia takut dosa setelah menikah.

Terinspirasi YouTube... Ustad. Felix Siauw

Sabtu, 18 Februari 2017

Yang Sabar iya Boss...!!!

Kita tak boleh meremehkan siapapun dalam masalah agama ini, sebab Allah memuliakan manusia bukan dari masa lalunya, tapi dari apa yang dia lakukan untuk Islam di sisa hidupnya

Jika dari awal sudah baik lakunya itu bagus, tapi bagus di akhir itulah yang menentukan kita diingat sebagai apa dan siapa, dan yang akhir itu lebih baik dari yang awal

Maka kita tak boleh menganggap enteng kebaikan manusia, sebab itu bagian dari kesombongan, dan kesombongan sendiri bentuk dosa yang sangat Allah benci, merasa lebih

Kadang kesabaran dalam berdakwah itu lebih penting daripada ilmu dalam dakwah, sebab ilmu tanpa kesabaran itu kasar, dan ilmu dengan kesabaran itu cinta dan kasih sayang

Berdakwah karena Allah itu lelah tapi indah, penat tapi nikmat, banyak derita tapi jadi sebentuk cerita, penuh tantangan tapi jadi kenangan, yang senantiasa akan dirindukan

Sabarlah saudara-saudaraku, dengan kesabaran yang indah, sebab musuh-musuh Islam akan coba menggentarkan dengan ancaman dan tipudaya yang busuk dan arogan

Tak perlu takut, sebab Allah bersama hamba-hamba-Nya, dan walau kita tak ada yang sempurna dalam menyembah-Nya, setidaknya kita berusaha, kita terus mendekat

Dan kita hanya bisa berharap, andaikan lelah, penat, derita, tantangan, kesulitan dan kesakitan ini boleh diminta balasan, semoga balasan ridha Allah itu kita terima kelak

Ustad. Felix Siauw...klik

Kita Saudara, iya kan...???

Berukhuwah bukan berarti tanpa masalah, bersaudara bukan berarti tanpa konflik. Sebab manusia punya cara dan pendekatan dan dia tak selalu sama

Yang perlu adalah walau berbeda tetap berukhuwah, walau tak sama tetap bersaudara, sebab Allah Swt memerintahkan seperti itu, agar kita saling menjaga

Musuh persaudaraan adalah rasa hasud, musuh ukhuwah adalah rasa sombong, yang satu tak senang saudaranya mendapat kebaikan, yang satu merasa lebih hebat

Allah ciptakan kita berbeda, rahmat Allah diberikan pada ragam pendapat fiqih para ulama, yang kesemuanya inginkan kebaikan, yang semuanya muliakan Islam

Tahan saja lisan apabila itu menyakiti sesama aqidah, senangkan hatinya walau dia berbeda pendapat, toh kita yakin dengan garis perjuangan yang kita tempuh

Tak ada ideal dalam dakwah,  yang ada semua berlomba dalam kebaikan, dan siapapun dia, Allah ganjar dengan kebaikan juga, maka kitapun wajib memuliakan

Kelak di surga kita akan bersyukur akan saudara yang kita bahagiakan sebab aqidah yang sama, boleh jadi karena balas senyumnya, Allah karunikan surga itu

Ustd. Felix Siauw

Tujuan Blogger

Menjadi Blogger yang memiliki ketangguh yang mampu membawa perubahan admin, seserta harapan bermanfaat untuk orang lain, menuju rasa ingin tahu menuju dunia penuh inspirasi, dan juga pengetahuan yang mempunyai nilai positif bagi orang lain.


Semua bisa jadi Cerita

Foto saya
Bintaro, Tangerang Selatan
Saya dulu bodoh atau membodohkan diri, bisa dibilang kalian yang pintar atau memintarkan diri, disini mungkin sulit untuk kalian bertahan tapi disana jauh lebih sulit beradaptasi untuk saya. Sekarang mencari atau jauhkan saja Saya, bahkan jika kalian bertanya "mau sampai kapan?", sampai saat ini Saya belum bisa menjawab itu, jika semua itu pudar dimakan waktu itu biasa saya maklumi, namun jika pudar dimakan kawan itu yang seharusnya dipahami.

Apa Inspirasimu