-|| Kisah ±90Hari ||-

Teratas

Rabu, 15 Februari 2017

Di Copy Bukunya

1. Kehormatan diri adalah modal pernikahan, hendaknya dimuliakan sejak dini (hal. 59)
2. Pasangan yang baik datang dari awal yang baik. Tidak akan pernah bertemu lelaki yang baik agamanya dan saleh dalam ibadahnya dengan jalan maksiat bernama pacaran (hal. 59)
3. Lelaki sejati bukan yang banyak janji, tapi yang berani datangi wali, atau menahan diri dari perkataan yang tak pasti (hal. 69)
4. “..seorang gadis tidak boleh dinikahkan hingga diminta izinnya.’ Para sahabat bertanya, ‘wahai Rasulullah, bagaimana itu izinnya?’ Beliau menjawab,
‘diamnya’ “(Bukhari Muslim, hal. 95)
5. Pernikahan yang diawali dengan pacaran ibarat orang berharap kebaikan, tapi sudah memulainya dengan keburukan (hal. 99)
6. Walaupun tidak selamanya orang tua yang benar, tapi sering kali mereka benar (hal. 122)
7. Jihad seorang bunda adalah melahirkan anaknya (hal. 146)
8. Bukan pernikahan yang hanya kita harapkan, namun apa yang terjadi setelah pernikahan (hal. 167)
9. Dibina lalu dibini, jadi tak perlu dibini barulah dibina (hal. 168)
10. Asyiknya, bagi aktivis-aktivis dakwah yang sudah tergabung dalam gerakan dakwah, keimanan dan agama dari calon pasangannya biasanya telah terbina dengan baik dan telah terbiasa dalam jalan dakwah sehingga visinya telah sama dan tak perlu ditata ulang. Karena itu, bergabunglah dalam gerakan-gerakan dakwah sedini mungkin. Giatkan Islam semuda mungkin. Bentuk diri kita menjadi Muslim dan Muslimah sejati, yang pahami hukum-hukum Allah, bersemangat menyebarkan, dan tentunya menyiapkan diri menjadi suami, istri, atau ibu yang baik kelak saat tiba waktunya (hal. 169)
Penulis    : Felix Y. Siauw
Visual    : Emeralda Noor Achni
Judul    : Udah Putusin Aja!
Penerbit    : Mizania
Tebal    : 180 halaman

Dowenload : Sub.Copy.Pdf


0 Clik:

Posting Komentar

Tujuan Blogger

Menjadi Blogger yang memiliki ketangguh yang mampu membawa perubahan admin, seserta harapan bermanfaat untuk orang lain, menuju rasa ingin tahu menuju dunia penuh inspirasi, dan juga pengetahuan yang mempunyai nilai positif bagi orang lain.


Semua bisa jadi Cerita

Foto saya
Bintaro, Tangerang Selatan
Saya dulu bodoh atau membodohkan diri, bisa dibilang kalian yang pintar atau memintarkan diri, disini mungkin sulit untuk kalian bertahan tapi disana jauh lebih sulit beradaptasi untuk saya. Sekarang mencari atau jauhkan saja Saya, bahkan jika kalian bertanya "mau sampai kapan?", sampai saat ini Saya belum bisa menjawab itu, jika semua itu pudar dimakan waktu itu biasa saya maklumi, namun jika pudar dimakan kawan itu yang seharusnya dipahami.

Apa Inspirasimu